Lantai epoxy kerap dipilih oleh banyak orang karena memiliki permukaan yang halus, rapi, dan reflektif sehingga terkesan selalu bersih. Lantai epoxy bisa memiliki tampilan yang memukau karena menggunakan sistem coating berbasis resin dan hardener yang setelah mengeras akan membentuk lapisan yang rapat, padat, dan non-porous. Meski begitu, membersihkan lantai epoxy butuh cara khusus yang perlu diperhatikan.

Jika Anda tidak merawatnya dengan baik, maka permukaannya bisa lekas kusam. Bahkan, bisa menjadi penuh swirl dan menguning. Apabila hal ini terjadi, maka perbaikannya butuh dana yang tidak sedikit. Maka dari itu, kami akan memberikan tips praktis, teknis, dan realistis agar lantai epoxy Anda tetap kinclong dalam jangka waktu bertahun-tahun.

Tips Membersihkan Lantai Epoxy Agar Kinclong Bertahun-Tahun

Perawatan lantai epoxy, Sumber: featureflooring.com
Perawatan lantai epoxy, Sumber: featureflooring.com

Meskipun cenderung awet, bukan berarti lantai epoxy kebal dari berbagai ancaman kerusakan. Kami telah merangkum beberapa cara membersihkan lantai epoxy dengan benar.

1. Membersihkan Debu Setiap Hari

Musuh dari epoxy bukan air, melainkan partikel abrasif seperti debu halus, pasir, dan kerikil kecil. Sebab, epoxy tidak memiliki kemampuan tahan terhadap goresan. Meskipun debu bentuknya sangat kecil, tetapi debu seperti amplas mikro. Jika ada orang yang berjalan, maka partikel debu tersebut akan tergesek pada permukaan epoxy.

Sehingga, akan muncul micro scratch atau garis tipis. Memang, awalnya tidak akan terlihat. Namun, beberapa bulan akan menyebabkan lantai jadi terlihat kusam. Maka dari itu, Anda bisa membersihkannya setiap hari menggunakan dust mop microfiber, kemudian gunakan juga sapu kering sekali dalam sehari.

Dalam membersihkan lantai, Anda perlu menggerakkan mop satu arah dan jangan ditekan terlalu keras. Jika kebiasaan ini selalu dilakukan, maka kilap dan manfaat epoxy lantai akan terjaga dalam jangka waktu yang sangat lama.

2. Menggunakan Sabun yang Tepat

Tips membersihkan lantai epoxy yang selanjutnya adalah menggunakan cairan pembersih khusus. Jangan andalkan cairan pembersih lantai yang mengandung ammonia, pemutih, asam sitrat, dan parfum oil. Bahan ini tidak akan merusak secara langsung. Namun, perlahan-lahan akan mengikis top coat epoxy.

Sabun atau pembersih lantai yang dianjurkan adalah yang cairan yang memiliki pH netral, sabun cuci piring yang dibuat sangat encer, atau cleaner khusus untuk epoxy. Jika Anda memilih sabun pencuci piring, maka bisa menggunakan perbandingan 1-2 sendok makan sabun cair ringan ditambah 1 ember air sekitar 10 liter.

Bahan yang perlu Anda hindari di antaranya pemutih, karbol, pembersih keramik asam, dan cairan kerak kamar mandi.

3. Gunakan Teknik Mengepel yang Benar

Cara bersihkan lantai epoxy, Sumber: infinityepoxyfloors.com
Teknik mengepel yang benar, Sumber: infinityepoxyfloors.com

Selain dari aspek cairan yang digunakan, Anda juga perlu memperhatikan teknik mengepel yang benar. Caranya cukup mudah yakni dengan menggunakan pel setengah basah, kemudian gerakkan satu arah yang sesuai dengan serat visual pada ruangan. Anda juga tidak diperkenankan memutar pel pada satu titik. Jika sudah mencapai 6 sampai 8 meter persegi, maka segera bilas.

Pembilasan harus dilakukan sering-sering karena air pel yang kotor akan menyebabkan hasil lantai jadi kusam ketika kering. Anda dapat menggunakan dua ember, yang satu untuk air sabun, dan satunya lagi untuk air bilas.

4. Jangan Langsung Menggunakan Banyak Air

Untuk membersihkan lantai epoxy, Anda tidak bisa langsung menyiramnya dengan air atau dengan pel basah. Pasalnya, epoxy tidak langsung menyerap air, tetapi air menggenang membawa mineral seperti magnesium dan kalsium. Ketika kering, mineral ini akan meninggalkan noda tipis. Sehingga, lantai akan tampak seperti berkabut.

Maka dari itu, urusannya adalah menyapu terlebih dahulu (bisa juga gunakan dust mop), setelah itu baru pel dengan kain lembab. Agar pengepelan semakin maksimal, Anda bisa menggunakan microfiber dan ember dengan wringer atau pemeras.

5. Segera Bersihkan Tumpahan

Meskipun epoxy tahan terhadap bahan kimia ringan, tetapi bukan berarti boleh didiamkan. Maka dari itu, Anda harus segera membersihkan noda dari teh, kopi, oli, kecap, tinta, dan saus tomat. Jika didiamkan sampai berjam-jam, maka pigmen dapat menempel di micro pori lapisan paling atas.

Untuk membersihkan tumpahan, maka Anda dapat menggunakan lap menggunakan tisu atau microfiber kering, kemudian gunakan lap lembab sabun netral. Setelah itu, baru dikeringkan.

6. Menggunakan Keset pada Area Masuk

Menggunakan karpet, Sumber: dapurprima.co.id
Menggunakan karpet, Sumber: dapurprima.co.id

Strategi utama yang perlu Anda terapkan agar kerusakan epoxy bisa ditanggulangi adalah menggunakan keset di area masuk. Sebab, 80% kerusakan justru berasal dari luar ruangan, seperti pasir, debu, kerikil, dan tanah.

Maka dari itu, pasanglah keset kasar luar untuk menahan kerikil, keset kain dalam untuk menyerap debu halus. Tanpa penggunaan keset, artinya Anda sedang mengamplas lantai setiap hari.

7. Polishing dan Re-Coat

Lapisan atas epoxy akan mengalami kerusakan dan perlahan aus seberapa sering pun Anda menjaganya. Maka dari itu, Anda harus melakukan perawatan ulang apabila warna mulai tampak pudar, kilap menurun, serta permukaan terasa lebih kesat.

Maka dari itu, lakukan buffing atau re-top coat. Umumnya, untuk area rumah dilakukan pada jangka waktu 3 sampai 5 tahun. Sedangkan pada area komersial sekitar 1 sampai 3 tahun.

Membersihkan lantai epoxy memang sedikit lebih rumit ketimbang jenis lantai lainnya. Namun, bukan berarti tidak bisa dilakukan. Jika perawatan dilakukan secara berkala, maka lantai epoxy bisa lebih awet kilaunya.

Nah, jika Anda membutuhkan pemasangan atau perawatan lantai epoxy seperti polishing atau re-coat, maka bisa andalkan Sinergia. Di Sinergia, sebagai aplikator epoxy Jogja, kami memiliki tenaga profesional dan berpengalaman sehingga hasilnya maksimal dan terjamin.

Segera booking tanggalnya atau konsultasi terlebih dahulu dengan klik ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini!