Anda tentu paham bahwa kamar mandi merupakan area di dalam rumah yang paling sering terkena air. Baik dinding maupun lantainya akan mengalami kelembaban yang tinggi. Maka dari itu, disarankan bagi Anda untuk melakukan waterproofing kamar mandi.

Dengan begitu, kamar mandi tidak akan mudah rusak atau bahkan menyebabkan masalah lain seperti air meresap pada struktur bangunan, cat mengelupas, rembesan, keramik yang terangkat, serta pertumbuhan jamur di area tersebut.

Waterproofing sendiri merupakan treatment pada struktur bangunan dengan memberikan lapisan kedap air yang diaplikasikan pada permukaan kamar mandi sebelum dilakukan proses finishing.

Saat ini, ada banyak sekali jenis waterproofing yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Masing-masing jenisnya memiliki kekurangan, kelebihan, serta tingkat ketahanan yang bervariasi. Supaya Anda tidak salah pilih, silahkan simak penjelasannya di bawah ini!

Jenis Waterproofing yang Wajib Diketahui agar Kamar Mandi Bebas Masalah

Berikut telah kami rangkumkan sejumlah jenis waterproofing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Karakteristik yang berbeda digunakan bagi peruntukan yang berbeda pula.

1. Waterproofing Acrylic yang Water Based

Waterproofing Acrylic, Sumber: tradewheel.com
Waterproofing Acrylic, Sumber: tradewheel.com

Waterproofing dengan bahan dasar berupa akrilik ini menggunakan cairan yang serupa dengan cat. Cara pengaplikasiannya memakai roller atau kuas yang kemudian akan membentuk lapisan elastis pada permukaan tersebut.

Kelebihan penggunaan bahan ini adalah elastis sehingga bisa menutup retakan yang kecil. Selain itu, lebih ramah lingkungan karena menggunakan bahan dasar air. Pun, lebih mudah diaplikasikan sehingga tidak membutuhkan tenaga ahli.

Meski begitu, bahan acrylic ini relatif tipis sehingga kurang tahan lama. Sebaiknya diaplikasikan berlapis untuk mencapai ketahanan yang lebih lama. Harga waterproofing kamar mandi dengan bahan ini juga cukup tinggi.

Nah, bahan ini sesuai untuk diaplikasikan pada dinding kamar mandi. Selain itu, bisa juga diaplikasikan pada area yang sering lembap dan di area sekitar shower.

2. Waterproofing Epoxy

Tentang lantai epoxy, Sumber: dekoruma.com
Waterproofing epoxy, Sumber: dekoruma.com

Waterproofing epoxy merupakan proses pelapisan pada struktur bangunan yang terbuat dari hardener dan resin. Campuran ini dapat membentuk lapisan dengan sangat kuat serta bisa menghalau air dengan sangat baik.

Kelebihan dari bahan epoxy ini adalah memiliki kekuatan mekanik yang tinggi. Selain itu, material juga tahan terhadap air dan bahan kimia sekaligus. Permukaannya juga lebih halus sehingga tampak lebih rapi dan estetik. Kekurangannya adalah tidak lebih elastis dari bahan lain. Harganya juga cukup mahal.

Epoxy sangat sesuai untuk lantai kamar mandi yang kerap terpapar oleh air. Bahkan, bisa juga digunakan pada kamar mandi atau waterproofing kolam.

3. Waterproofing Cementitious

Waterproofing Cementitious, Sumber: flooringsolutions.ph
Waterproofing Cementitious, Sumber: flooringsolutions.ph

Selanjutnya, ada waterproofing lantai kamar mandi dari campuran beberapa bahan seperti pasir halus, semen, dan bahan kimia khusus sehingga membuatnya jadi kedap air.

Jenis waterproofing yang satu ini memiliki kelebihan seperti mudah diaplikasikan, biayanya relatif murah, hanya perlu dicampur air dan dioleskan pada permukaan. Dengan kelebihan ini, maka waterproofing cementitious sesuai untuk permukaan beton serta dinding kamar mandi yang baru dibangun.

Meski begitu, terdapat pula kekurangan seperti kurang elastis sehingga mudah retak apabila terdapat pergerakan struktur bangunan. Ini juga kurang sesuai untuk area yang kerap mengalami perubahan suhu secara ekstrem.

4. Waterproofing Polyurethane (PU)

Waterproofing Polyurethane, Sumber: baumerk.com
Waterproofing Polyurethane, Sumber: baumerk.com

Pada waterproofing PU, bahan yang digunakan adalah cairan yang sesudah mengering akan membentuk lapisan elastis dan tahan air. Kelebihan dari bahan ini adalah memiliki elastisitas yang tinggi sehingga bisa mengikuti pergerakan struktur bangunan.

Selain itu, PU juga tahan terhadap tekanan air yang tinggi sekalipun. Umur pakainya panjang dan bisa mencapai 10 tahun. Namun, sayangnya, harga PU cukup tinggi dan membutuhkan keahlian khusus dalam pengaplikasiannya.

5. Waterproofing Membran

Waterproofing Membrane, Sumber: cloudfront.net
Waterproofing Membrane, Sumber: cloudfront.net

Jenis waterproofing yang satu ini serupa dengan lembaran tipis berbahan bitumen maupun PVC yang ditempel pada permukaan menggunakan perekat khusus maupun suhu yang tinggi.

Kelebihan dari membran adalah memiliki ketahanan terhadap air yang sangat tinggi. Sehingga, sangat cocok diterapkan pada area yang terdapat tekanan air besar. Selain itu, bahan membrane juga bisa menutupi permukaan yang luas dengan cepat.

Namun, terdapat beberapa kekurangan dari bahan membran seperti proses pemasangan yang lebih rumit sehingga butuh tukang yang berpengalaman. Selain itu, apabila terdapat bagian yang robek, maka akan ada risiko rembesan yang tinggi.

6. Waterproofing Injeksi

Waterproofing Injeksi, Sumber: sourcewaterproofing.com
Waterproofing Injeksi, Sumber: sourcewaterproofing.com

Metode waterproofing yang satu ini berbeda dengan metode oles maupun lembaran. Metode ini dilakukan dengan cara menyuntikkan bahan kimia khusus pada retakan beton maupun sambungan dinding.

Kelebihan dari metode ini adalah efektif untuk memperbaiki kebocoran pada kamar mandi yang lama. Kemampuannya untuk menutup retakan kecil yang sulit dijangkau juga sangat tinggi. Jika diaplikasikan secara benar, maka hasilnya bisa permanen.

Kekurangan dari injeksi adalah biayanya cukup tinggi serta hanya efektif untuk melakukan perbaikan pada area retakan. Namun, bukan digunakan untuk pencegahan sejak awal pembangunan. Sehingga, hanya bisa diaplikasikan pada kamar mandi yang mengalami keretakan.

Penutup

Waterproofing memang mampu mencegah air yang merembes pada area kamar mandi. Namun, lebih dari itu, fungsinya bisa memberikan kenyamanan serta ketahanan pada struktur bangunan. Masing-masing metode dan bahan yang digunakan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Anda dapat memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

Dengan memilih metode yang tepat, maka kamar mandi bisa lebih awet, nyaman, dan sehat untuk digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Nah, untuk mendapatkan fungsi yang maksimal, Anda juga bisa mengandalkan tenaga ahli jasa waterproofing Jogja dari Sinergia.

Di Sinergia, Anda akan mendapatkan layanan optimal untuk membuat area kamar mandi jadi lebih terjaga dari kelembaban dan kerusakan. Untuk itu, segera hubungi Sinergia untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut!