Jenis Bahan Atap – Sebagai salah satu bagian utama sebuah rumah, atap memiliki peran sangat penting. Atap mengamankan penghuninya dari cuaca seperti hujan, panas, dan sebagainya.

Pada mulanya atap di rumah tradisional Indonesia dibuat dari bahan-bahan alami termasuk rumbia, ijuk, jerami, dan sebagainya. Perkembangan zaman dan meningkatnya standar kenyamanan manusia membuka jalan bagi perkembangan jenis atap baru non-organik yang lebih kokoh dan awet.

Jenis Bahan Atap

Ilustrasi Jenis Bahan Atap Alami
Ilustrasi Jenis Bahan Atap Alami, Sumber : Archify

Bagi Anda yang sedang merenovasi atau membangun rumah, berikut ini adalah berbagai jenis bahan atap yang bisa menjadi pilihan untuk hunian Anda.

1. Atap Genteng Berbahan Alami

Atap jenis ini didapat dari bahan-bahan alami. Di Indonesia, setidaknya ada empat bahan yang umum dipakai antara lain kayu, bambu, ijuk, dan rumbia.

Salah satu contoh atap berbahan alami adalah atap kayu yang biasa disebut atap sirap. Lembaran papan kayu biasa ditata rapi di atas struktur atap dan memberi suasana sejuk bagi penghuni di bawahnya. Kayu yang umum digunakan adalah jenis ulin atau kayu besi, jati, atau merbau.

Selain itu, atap ijuk juga ramai dipakai khususnya di rumah-rumah yang masih dibangun secara tradisional. Atap ini dibuat dari serabut keras pelindung pelepah pohon aren. Warnanya hitam, sifatnya awet dan tahan air. Atap ijuk cocok jika Anda ingin membangun rumah tropis gaya tradisional sehingga terkesan rustic.

2. Atap Genteng Tanah Liat

Ilustrasi Atap Tanah Liat
Ilustrasi Atap Tanah Liat, Sumber : Dekoruma

Atap genteng tanah liat adalah jenis atap yang paling umum digunakan saat ini. Sebagai bahan atap lokal, genteng baru berkembang pada awal abad 20. Semula didatangkan oleh pihak Belanda sebagai atap hunian dan pabrik-pabrik gula mereka, genteng tanah liat kemudian mulai populer di kalangan masyarakat lokal.

Saat ini ada berbagai jenis atap genteng dengan nama lokal yang unik, seperti genteng kodokplentong, garuda, kojerpress, dan lain sebagainya. Genteng tanah liat dikenal dapat menahan panas dengan baik sehingga ruang di bawahnya sejuk. Genteng ini cocok diaplikasikan untuk berbagai gaya desain, dari tradisional hingga modern.

Varian modern dari genteng tanah liat adalah genteng keramik. Jika permukaan genteng biasa kasar dan berpori, genteng keramik permukaannya telah diberi lapisan glasir sehingga kedap air dan terlihat mengkilap.

3. Atap Genteng Bitumen

Bitumen adalah nama lain aspal. Genteng bitumen memang dibuat dari paduan aspal dengan bahan-bahan penguatnya, yaitu serat kayu. Karena komponen pembuatnya itulah, genteng bitumen menjadi liat dan kuat.

Selain itu, genteng bitumen juga sangat ringan, sekitar 1/6 dari berat genteng beton untuk luasan yang sama. Alhasil, Anda bisa memasangnya pada tipe struktur penyangga atap apa saja. Materialnya yang ‘lunak’ membuat genteng ini bagus untuk meredam suara luar.

Genteng yang mulai populer di AS pada permulaan abad 20 ini juga semakin populer penggunaannya di Indonesia, terutama untuk rumah-rumah bertema minimalis.

4. Atap Genteng Beton

Ilustrasi Rumah Atap Beton
Ilustrasi Rumah Atap Beton, Sumber : selera.id

Seperti namanya, genteng beton dibuat dari bahan beton, yaitu pasir dan semen. Pewarna ditambahkan agar terlihat estetis. Bahan-bahan tersebut diproses melalui mesin bertekanan tinggi dan kemudian dipanaskan hingga terbentuk genteng yang kuat dan tahan lama.

Cek harga podium minimalis

Anda bisa memilih genteng beton tipe gelombang atau tipe datar (flat). Jika ingin kesan natural, Anda dapat memilih genteng yang bergelombang. Kesan modern muncul saat Anda menggunakan genteng flat. Bobot genteng beton yang cukup berat (60 kg per meter persegi, dibanding genteng tanah liat yang sekitar 45 kg) memerlukan konstruksi struktur atap yang kuat.

5. Atap Genteng Logam (Metal)

Genteng metal saat ini semakin populer. Selain kemampuannya menahan pengaruh cuaca yang mumpuni, genteng metal juga ringan bobotnya dan gampang dipasang. Material logam yang digunakan untuk tipe genteng ini seperti stainless steel/baja tahan karat. Stainless steel tidak hanya digunakan untuk bahan atap, tetapi juga saat ini biasa digunakan untuk perabotan bahkan sampai keranda jenazah.

Selain stainless steel, ada yang berbahan tembaga, genteng baja galvalumspandek (paduan seng dan aluminium), genteng metal multiroof, genteng millenium, dan sebagainya.

Menurut teksturnya, ada genteng bergelombang dan ada pula yang flat. Tipe genteng milenium, misalnya, memiliki penampilan datar dengan warna futuristik yang cocok untuk rumah modern yang bergaya minimalis.

Meski genteng metal lebih ekonomis dan ringan, yang perlu diperhatikan adalah kemampuan menghantarkan panas yang tinggi. Bila langit-langit rumah tidak diberi ruang kosong atau plafon, rumah yang dinaungi genteng metal cenderung terasa lebih panas.

Selain berbagai tipe genteng tersebut, masih ada pula berbagai tipe genteng lain yang menarik, seperti genteng PVC, dan solar tileSolar tile adalah genteng surya, fungsinya sebagai genteng sekaligus sebagai sumber pembangkit listrik tenaga surya.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa jenis bahan atap rumah yang bisa Anda pilih sesuai dengan selera kenyamanan Anda. Bagi Anda yang saat ini sedang membangun rumah, Anda juga bisa menggunakan jasa kontraktor agar pekerjaan Anda semakin mudah, termasuk dalam urusan penyesuaian jenis bahan atap yang digunakan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.


0 Comments

Leave a Reply