Peristiwa bencana alam di Indonesia sering kali terjadi, salah satunya adalah gempa karena memang negara Indonesia secara geografis berada di jalur pertemuan dua lempeng. Hal ini dibuktikan dengan adanya peristiwa gempa Lombok, Palu dan Donggala pada tahun 2018. Dan sebelumnya terjadi gempa besar Aceh-Nias 2004 dan Jogja 2006. Daerah rawan gempa hampir merata di tiap propinsi Indonesia.

Kesalahan dalam struktiur bangunan berakibat fatal saat terjadi bencana. Sumber pexels

 Akibat yang ditimbulkan juga banyak. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ada 83.392 unit rumah di Lombok yang mengalami kerusakan. Hal itu juga menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia untuk memperbaikinya. Mengingat memang perbaikan seluruhnya tidaklah murah. Selain itu para pengambil kebijakan harusnya mengambil pelajaran dan melakukan usaha preventif meminimalisir jumlah korban.

Tips Membangun Rumah Tahan Gempa

Usaha preventif untuk meminimalisir jumlah korban salah satunya dengan membangun rumah tahan gempa. Jadi sebelum membangun rumah ada baiknya untuk meperhatikan ketahanan bangunan akan gempa. Berikut ini akan dijelaskan beberapa tips mengenai pembangunan rumah yang tahan gempa.

Perhatikan struktur bangunan

Potensi – potensi gempa bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Sebagai manusia harus bersiap – siap, salah satunya dengan memerhatikan struktur dalam pembuatan rumah. Selain itu dalam pembuatan rumah juga perlu adanya pengukuran dan perencanaan yang matang. Berdasarkan paparan dari Iman Satyarno, dosen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM menuturkan bahwa terdapat dua jenis bangunan, yakni bangunan engineered dan non engineered.

Pada bangunan engineered dirancang dengan perhitungan khusus. Sedangkan bangunan non engineered merupakan bangunan satu lantai dan perancangannya biasanya dengan perhitungan yang ala kadarnya. Hingga pada material dan strukturnya pun tidak dilakukan suatu pengukuran yang optimal. Hal ini tentu sangat memengaruhi kualitas bangunan rumah yang akan dihasilkan. Maka demi keamanan sebaiknya masyarakat mengetahui informasi material bangunan rumah meskipun secara umum agar bisa memilih material yang pas untuk bangunan yang akan didirikan.

Pahami buku saku panduan

Dalam rangka untuk mengantisipasi adanya gempa, Pemerintah bersama dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum serta Japan International Cooperation telah berinisiatif untuk mengeluarkan Buku Saku Panduan. Pada buku ini terdapat suatu persyaratan pokok rumah yang aman. Itu artinya rumah tersebut tahan dari gempa. Adanya panduan tersebut telah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia, seperti Yogyakarta, Bengkulu serta Padang.

Agar isi dari Buku Saku Panduan tersebut dapat tersampaikan kepada masyarakat luas maka perlu adanya peran serta semua pihak untuk memberikan sosialisasi. Baik itu sosialisasi secara langsung atau melalui media cetak dan elektronik. Jadi semua kalangan dapat memahaminya dan pesan tersebut akan terealisasikan dengan baik. Di bawah ini akan diulas beberapa hal mengenai persyaratan pokok rumah yang lebih aman terhadap gempa.

Persyaratan pokok rumah yang lebih aman gempa

Bahan bangunan yang digunakan dalam pembuatan rumah terdiri dari campuran beton. Dengan ukuran jika semen 1 ember maka pasir 2 ember, kerikil 3 ember dan air sebanyak setengah ember. Kerikil usahakan memiliki ukuran maksimal 2 milimeter dan gradasinya baik. Pilih semen dengan tipe 1. Air yang digunakan juga harus ditambahkan sedikit demi sedikit.

Agar adonan tidak terlalu encer serta kental. Untuk mortar takarannya menggunakan 1 ember semen, air secukupnya dan 4 ember pasir. Pada fondasi sebaiknya terbuat dari batu kali atau kerikil keras.

Untuk rangka kayu atau bangunan kayu. Pilih kayu dengan kualitas bagus, cirinya keras, warnanya gelap, lurus dan tidak ada retak. Akan tetapi kita juga perlu waspada karena meskipun menggunakan kayu yang bagus, serangan dari rayap terkadang sulit di hindari. Guna mendapatkan kayu terbaik yang bebas dari rayap, bisa mempercayakan treatment anti rayap yang di sediakan perusahaan anti rayap Jogja.

Konstruksi tahan gempa sangat penting di daerah rawan gempa. Sumber pexels

Itulah beberapa informasi mengenai tips membangun rumah tahan gempa. Terjadinya gempa memang tiba – tiba, akan tetapi tak ada salahnya untuk mencoba bersiap siaga. Yaitu dengan membangun rumah yang tahan dari gempa. Semoga penjelasan tadi bermanfaat bagi anda semuanya. Selamat membangun!


0 Comments

Leave a Reply