Di era modern ini, banyak orang yang memilih lantai dari epoxy untuk area rumah, kafe, maupun garasi. Hal ini dikarenakan lantai epoxy memiliki tampilan yang bersih, modern, serta lebih tahan lama ketimbang cat lantai biasa. Sayangnya, banyak orang yang mengalami kegagalan di hasil akhir karena cara aplikasi epoxy lantai yang kurang tepat.
Epoxy merupakan bahan yang sensitif. Apabila Anda salah menerapkannya, maka hasil akan mengelupas, belang, dan tidak dapat mengeras dengan sempurna.
Maka dari itu, sebelum Anda memasangnya, maka harus mengetahui cara pengaplikasian yang benar dan tidak asal-asalan. Dengan langkah berikut ini, maka hasilnya bisa lebih awet, rapi, dan tidak akan membuang uang Anda.
Cara Aplikasi Epoxy Lantai untuk Hasil yang Awet dan Rapi

Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti agar hasil lantainya optimal:
1. Memastikan Kondisi Lantai Siap
Sebelum memulai pemasangan epoxy, Anda harus memastikan dulu kondisi lantainya dalam keadaan baik. Lantai harus berupa beton, bukan kayu atau keramik. Kondisinya juga tidak basah dan lembab. Selain itu, tidak terdapat retakan besar dengan permukaan yang cukup rata. Jika tidak demikian, maka epoxy tidak bisa tahan lama.
2. Membersihkan Lantai Secara Total
Selanjutnya, Anda perlu membersihkan lantai sampai benar-benar bersih. Jangan sampai ada debu atau kotoran yang tertinggal. Selain itu, pastikan juga di lantai tidak ada oli atau minyak. Anda dapat mencuci lantai dengan air bersih setelah itu baru dikeringkan secara total. Jika ada sedikit saja kotoran atau minyak, maka epoxy akan gagal menempel.
3. Grinding atau Amplas Permukaan
Pada area permukaan lantai harus sedikit kasar untuk membuka pori-pori beton. Selain itu, permukaan kasar akan membantu epoxy agar menempel dengan kuat. Anda bisa menggunakan mesin grinding atau amplas kasar. Jika permukaan lantai langsung dicat tanpa melakukan grinding terlebih dahulu, maka hasilnya akan lebih mudah mengelupas.
4. Memperbaiki Lubang dan Retakan
Jika terdapat retakan pada lantai, sebaiknya jangan diabaikan. Anda bisa menggunakan epoxy filler maupun semen khusus. Jika sudah, ratakan permukaan dan tunggu hingga kering. Jika tidak memperbaiki retakan terlebih dahulu, maka bisa merusak lapisan epoxy yang tipis.
5. Mengaplikasikan Primer Epoxy
Primer merupakan pondasi untuk pemasangan epoxy. Fungsi dari penggunaan primer adalah menutup pori beton, meningkatkan daya rekat, serta mengurangi gelembung udara.
Cara penggunaannya cukup mudah yakni dengan mencampurkan primer sesuai dengan petunjuk, mengaplikasikannya dengan roller, baru kemudian tunggu sampai kering selama 6 sampai 8 jam.
6. Mencampurkan Epoxy dengan Rasio yang Tepat
Campuran epoxy adalah resin dan hardener. Untuk mencampurkan dua bahan tersebut, Anda bisa mengikuti rasio pada kemasan produk. Setelah itu, aduk rata menggunakan mixer. Salah menakar bahan campuran akan membuat epoxy tidak mengeras atau terlalu rapuh.
7. Mengaplikasikan Lapisan Epoxy Utama
Kita masuk ke tahap paling utama pada pemasangan epoxy. Caranya dengan menuang epoxy pada lantai, lalu ratakan menggunakan rakel. Selanjutnya, haluskan menggunakan roller. Pastikan Anda mengerjakan tahan ini per area agar hasilnya rata. Selain itu, jangan sampai lapisannya terlalu tebal atau tipis.
8. Pakai Spike Roller untuk Menghilangkan Gelembung
Setelah mengaplikasikan epoxy, umumnya akan muncul gelembung-gelembung kecil. Silahkan hilangkan gelembung ini memakai spike roller atau roller berduri. Kemudian, gulung perlahan pada area permukaan. Jangan lewatkan step ini karena bisa membuat hasil akhirnya jadi kasar dan tidak profesional.
9. Tunggu Hingga Proses Pengeringan atau Curing
Setelah pemasangan selesai, jangan langsung digunakan. Tunggu pengeringan maksimal selama 5 sampai 7 hari. Jika lantai langsung diinjak ataupun dipakai akan membuat lantainya mudah rusak.
10. Menambahkan Top Coat
Top coat merupakan lapisan pelindung tambahan yang berfungsi untuk membuat lantai mengkilap. Selain itu, penambahan top coat akan membuat lantai jadi lebih tahan gores. Ini memang tahap opsional, tetapi justru bisa memperpanjang umur epoxy.
Kesalahan Pengaplikasian Epoxy Lantai

Agar hasil epoxy lantai jadi maksimal dan Anda tidak membuang-buang uang, maka hindari beberapa kesalahan berikut ini:
- Tidak membersihkan lantai dengan benar.
- Mencampurkan resin dan hardener dengan rasio yang kurang tepat.
- Tidak menggunakan primer.
- Pengaplikasian terlalu tebal
- Tidak sabar menunggu curing dan lantai langsung digunakan.
Apabila Anda melakukan kesalahan di atas, maka lantai epoxy Anda akan gagal atau hasilnya kurang maksimal.
Mengaplikasikan lantai epoxy bukan hanya sekedar “ngecat” biasa saja. Namun, ini butuh proses teknis yang disiplin dan teliti. Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa kunci lantai epoxy yang bagus adalah mempersiapkan lantai dengan benar, menggunakan teknik aplikasi yang rapi, serta sabar menunggu proses pengeringan atau curing.
Jangan terburu-buru dan asal cepat selesai. Jika begitu, maka hasilnya juga akan cepat rusak. Anda perlu sabar dan ikuti seluruh langkah di atas dengan benar supaya lantai tahan sampai bertahun-tahun tanpa adanya masalah.

Jika Anda masih bingung bagaimana mengaplikasikan epoxy pada lantai dengan benar, tak perlu khawatir. Percayakan saja pada jasa aplikator epoxy yang terpercaya. Untuk Anda yang berdomisili di area Yogyakarta dan sekitarnya, silahkan hubungi Sinergia yang merupakan aplikator epoxy Jogja yang profesional dan berpengalaman.
Sinergia sudah bertahun-tahun memberikan layanan pemasangan epoxy dengan testimoni positif dari pelanggan. Jika Anda ingin mendapatkan layanan terbaik dari Sinergia, silahkan klik ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini untuk berkonsultasi dengan narahubung!